Ilham yang Istimewa

Posted by endahws on September 28, 2009 0

Ilham berbeda dari teman-temannya. Dia berada di Tetum sejak menghirup oksigen awal. Dia belajar merangkak di teras Tetum, dia belajar berjalan di konblok Tetum. Dia melatih pendengaran dengan menangkap suara anak-anak di halaman sekolah. Dia melatih penglihatan dari warna-warni tas, seragam dan ayunan. Dia mengembangkan hubungan emosi dengan Kakak-Kakak, yang terkadang mencari hiburan dengan menggendongnya ke kantor, atau melepas kejenuhan menunggu angkot dengan memangkunya di depan gerbang Tetum. Ilham mengembangkan rasa ingin tahunya dari aktivitas Tetum. Ketika usianya beberapa bulan, dia menangis ingin keluar dari rumahnya (yang terletak di samping kantor Tetum) bila mendengar suara musik olahraga di hari Rabu. Setelah umur dua tahun, dia kerap duduk di teras mengamati anak-anak Tetum berolahraga.

Continue reading »

Mama, Rumah SBY di Mana, Sih? 0

Setahun lalu Reza bertanya kepada mamanya di mana rumah SBY dan JK, karena ingin bertemu mereka, dan hari ini harapan itu terwujud: Dia akan membacakan puisi di hadapan RI I. Ini menjadi kegiatan puncak dari serangkaian acara membacakan puisi di depan para calon presiden, setelah Mega dan JK.

Continue reading »

Lukman: Sebuah Potret dalam Paradigma Pertumbuhan 0

(Tulisan ini dibuat untuk anak-anak istimewa di Tetum yang punya cara belajar berbeda, teman-teman sekelas yang mau menerima mereka, dan orang tua yang dapat menjawab dengan bijak tentang kehadiran anak-anak itu)

Lukman memandang kura-kura di air mancur, sementara teman-temannya sedang mendengar Kak Ria mendongeng di teras kelas. Ketika Kak Aas memegang lengan Lukman dan mengajaknya bergabung dengan Kak Ria, Lukman berteriak,“Nggak!” Kak Aas terkejut. Hari itu, tanggal 23 Maret 2009, untuk pertama kalinya di sekolah Lukman mengeluarkan kata bantahan, “Nggak.” Di rumah dia sudah mengucapkan “Nggak” untuk pertama kalinya beberapa hari sebelumnya, yang membuat mamanya terkejut dan gembira.

Continue reading »

Sedang Apa Anda Saad Ini? 0

Kalimat di atas ditulis oleh seorang anak bernama Reza di status Facebook-nya. Tulisan itu merupakan terjemahan dari ”What are you doing right now?”, tagline pada Facebook dalam desain yang lama.

Demam Facebook membuat Reza yang masih kelas 1 SD ingin berfesbuk juga, meski kemampuan baca tulisnya masih terbatas. Reza rajin mengganti statusnya, dan memberi komentar pada foto.

Reza adalah bagian dari masyarakat literasi: ia sadar bahwa tulisan adalah bagian dari kehidupan.

Continue reading »

Pengalaman Literasi Awal 0

Mudah tidaknya anak membaca tergantung pada keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang dikembangkan sebelum pembelajaran membaca dimulai.

Keterampilan dalam pernyataan di atas artinya keterampilan bahasa lisan, mencakup kepekaan fonologis (phonological awareness), kekayaan kosa kata, dan kemampuan memahami bahasa lisan.

Pengetahuan berarti pengetahuan tentang huruf, buku dan fungsi literasi. Maksudnya, sebelum anak benar-benar bisa membaca, ia tahu bagaimana memegang buku dan membalik halaman buku.

Semua hal di atas menjadi penentu keberhasilan anak dalam keterampilan membaca dan menulis kelak.

Continue reading »

WordPress design by 3 Roads Powered by WordPress 2.8.4