Hari ini Unit SD mengadakan syukuran berakhirnya tahun 2013-2014. Seorang anak, ketika diminta ke depan, mengatakan, “Aku nggak tau mau bilang apa. Pokoknya aku seneng banget di Tetum.” Dia menangis sesenggukan, menulari teman-temannya.

Seorang anak Kelas 1 mengatakan, “Aku seneng banget diajak ke xxx (tempat karyawisata).” Tiba-tiba dia melanjutkan, “Pak Roni makasih ya udah turunin aku dari motor.” Lalu dia memanggil, “Bu Tisna, Bu Tisna …. makasih ya ….”

Peristiwa itu sangat mahal bagi saya. Tak terbeli. Karena kepercayaan anak adalah murni, dan tak bisa didapat dengan mudah. Bukan berarti kami selalu “memanjakan” mereka, maka mereka menyampaikan perasaannya seperti itu. Tidak. Perjalanan dari hari ke hari penuh naik dan turun, kadang ada ulat, kadang ada jalan setapak licin, seperti bukit yang ada di halaman kami.

Tahun ajaran lalu mengajak saya ke titik ke terendah. Sekalipun demikian, saya tidak boleh memperlihatkan apa pun perasaan saya kepada orang lain. Sometimes, terbersit keinginan mewujudkan cita-cita lama saya — traveling ke negeri-negeri eksotis dan membuat buku, di saat menemui jalan buntu yang menghujam. Tapi tidak, pikiran itu tidak saya suburkan. Saya harus menghadapi segala hal, apa pun yang terjadi.

Di saat terjepit, ada rasa seperti saat-saat  saya akan melahirkan dahulu. Takut, kabut, dan kelu yang tak dapat saya hindari karena saya berada di tahap point of no return. Proses itu harus saya jalani, sekalipun sakit.

Kini pun saya demikian ….

Kalau orang bisa dengan mudah mengatakan ingin pindah kerja, maka saya tetap di sana. Tegak. Melanjutkan suatu hal yang sudah saya mulai ….

Saya kerap berkaca pada perusahaan penerbangan. Risiko yang mereka hadapi lebih besar daripada mengelola sekolah, tapi tokh mereka tetap berjalan, dan mengisi “perbekalan” dengan lebih baik.

Penghayatan itu saya rasakan ketika sendirian berada di bandara. Hilangnya pesawat, terlambatnya jadwal, berita di media massa, hujatan masyarakat …. tak mempengaruhi kehidmatan perusahaan itu dalam bekerja.

Kenapa saya harus bepergian mencari negeri eksotis untuk mengisi diri?

Sebuah tempat di antara rimbunan bambu adalah negeri eksotis, tempat saya melakukan perjalanan jauh. Sangat jauh, dan hanya saya yang merasakannya.

Pernyataan anak-anak hari ini adalah jawaban dari langit mengenai perjalanan saya.