syabil

Ini adalah foto cucu saya, tepatnya cucu kakak saya almarhum. Yang menarik, di foto itu Syabil menggembungkan kedua pipinya, sementara jarinya menggenggam krayon dan di depannya terbuka sebuah buku mewarnai dan menulis Arab.

Ini hal biasa sebetulnya. Seorang anak harus mengerjakan sesuatu yang dia (yakin) tidak mampu. Dan ada sesuatu yang membuat dia merasa tidak mampu.

Dalam kasus di atas, Syabil yang belum lagi TK tidak mengatakan bahwa dia tidak mampu. Tapi dari bahasa tubuhnya, jelas hal itu terbaca.  Sesungguhnya bahasa tubuhnya adalah cara dia mengkomunikasikan hal yang sejujurnya. Dia bukan malas, karena tidak mau menulis huruf Arab.

Ini terkait dengan perkembangan komponen dasar yang diperlukan dalam menulis, yaitu motorik kasar, motorik halus, perencanaan motorik, rentang perhatian (atensi) dan sensori integrasi.

  • Perkembangan Motorik Kasar

Kita dengan jelas dapat mengamati perkembangan motorik kasar seorang anak – bagaimana ia berguling, merangkak, berjalan, berlari dan melompat adalah keterampilan motorik kasar. Kegiatan motorik kasar biasanya menggunakan seluruh bagian tubuh atau beberapa bagian tubuh.

Perkembangan motorik kasar terkait dengan kemampuan anak dalam menulis. Seorang anak dengan tonus otot lemah, cenderung akan menggoreskan garis dengan tipis; sebaliknya seorang anak dengan tonus otot kuat akan menulis dengan tekDanan tebal. Kemampuan menulis juga terkait dengan kekuatan otot saat ia menekan tangannya, dan postur tubuhnya.

Di masa perkembangannya, sebaiknya seorang anak menulis di meja, sehingga tangannya bertumpu pada bibir meja, dan ia dapat menegakkan postur tubuh.

Isu lain dalam menulis adalah kemampuan anak menggerakan seluruh tubuhnya, termasuk menghubungkan kedua sisi tubuh (crossing midlines). Kemampuan ini dibangun ketika anak merangkak. Di saat anak merangkak, ia menggerakkan tangan kanan bersama kaki kiri, dan tangan kiri bersama kaki kanan. Kemampuan menggerakkan dua sisi tubuh terkait dengan kemampuan membuat garis diagonal dan lengkung dalam kegiatan motorik halus.

  • Perkembangan Motorik Halus

Istilah ini mengacu pada keterampilan yang membutuhkan gerakan kecil dan halus, dan biasanya dikaitkan dengan kemampuan menggerakkan tangan. Mewarnai huruf Arab terkait dengan keterampilan visual motor (misalnya, bagaimana ia menggerakkan krayon supaya tidak keluar dari bidang), fleksibiltas jari (bagaimana ia memegang krayon dan melakukan liukan pada aksara lengkung), dan keterampilan menggerakkan dua sisi tubuh (yang memungkinkan ia membuat garis lengkung).

  • Perencanaan Motorik

Perencanaan motorik adalah kemampuan anak untuk merencanakan, mengatur dan melaksanakan tindakan motorik. Perencanaan motorik bersifat seketika. Misalnya, ketika Syabil melihat huruf Arab, tidak semudah itu baginya untuk menggerakkan krayon. Ia harus punya pengalaman menggerakkan garis lurus dan diagonal, sebelum sampai ke huruf yang ada liukan. Memang sih banyak buku yang menginstruksikan anak mewarnai huruf sebelum melakukan peniruan (tracing), seperti buku yang dikerjakan Syabil itu. Mewarnai huruf dan tracing adalah dua hal berbeda. Dalam mewarnai, anak melakukan goresan dalam suatu bidang tetap, sedangkan dalam melakukan tracing, ada kemungkinan ia harus melakukan gerakan untuk membuat garis lurus, diagonal dan liukan. Bila beban dalam melakukan perencanaan motorik dirasa terlalu berat, anak pun melakukan tindakan pertahanan dengan ngambek atau cemberut (seperti dalam foto).

Faktor lain yang berperan di saat anak menulis

  • Rentang Atensi

Masalah rentang atensi menjadi isu pada anak prasekolah, dan dapat mempengaruhi kemampuannya untuk menyelesaikan tugas.  Ada lemungkinan atensinya cepat teralih karena komponen dasarnya belum siap untuk mengerjakan tugas mewarnai huruf Arab (sepertinya di foto lain, terlihat Syabil sedang mengamati tukang jajanan di luar mushola).

Keterampilan menulis, sebetulnya disiapkan sejak si anak masih bayi, terkait dengan motorik halus (H) dan motorik kasar (K).

Usia 0-1 tahun:

  • Mengangkat kepala sambil berbaring di perut (3 bulan) – K
  • Menggenggam mainan krecekan (4 bulan) – H
  • Mengangkat kedua tangan bersamaan (4 bulan) – H
  • Berguling ke satu arah (5 bulan) – K
  • Menegakkan kepala sejajar dengan tubuh pada posisi duduk (6 bulan) – K
  • Merangkak (6 bulan) – K
  • Berguling kedua sisi tubuh (7 bulan) – K
  • Duduk tanpa ditopang (8 bulan) – K
  • Makan biskuit sendiri (8 bulan) – H
  • Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain (8 bulan) – H
  • Berdiri berpegangan pada orang atau benda (10 bulan) -K
  • Berdiri dari posisi dukuk (10 bulan) – K
  • Mengambil benda kecil (11 bulan) – H
  • Berjalan dengan berpegangan pada furnitur (12 bulan) – K

Usia 2 tahun:

  • Berjalan dan berlari dengan kokoh (K)
  • Menarik mainan bertali (K & H)
  • Naik kursi/meja dan turun lagi (K)
  • Naik tangga dengan berpegangan (K)
  • Membangun menara dengan enam balok (H)
  • Mendorong mainan (K/H)
  • Meronce 1-4 biji manik besar (H)
  • Terlihat adanya tangan yang dominan (H)
  • Meniru gerakan membuat lingkaran atau titik seperti yang dicontohkan orang dewasa (H)
  • Menggunakan sendok (H)
  • Mengganti pakaian, dibantu (H)

Usia 3 tahun:

  • Melompat di tempat dengan kedua kaki (K)
  • Menendang bola (K)
  • Mengendarai sepeda roda tiga (G)
  • Berdiri di atas satu kaki selama dua detik (K)
  • Membangun menara dengan sembilan balok (H)
  • Menggunting gerakan kecil (H)
  • Menyelesaikan 5-6 puzzle (H)
  • Memegang krayon dengan tiga jari (H)
  • Meniru gambar lingkaran (H)
  • Meniru gambar silang (H)
  • Menggambar orang dengan kepala (H)
  • Menggunakan sendok dan garpu (H)

Usia 4 tahun (kelak berlatih ini ya, Bil):

  • Melompat dengan satu kaki 1-3 kali (K)
  • Bermain tangkap bola (K)
  • Menikung dengan sepeda roda tiga (K)
  • Membangun menara dengan 10 balok (H)
  • Meronce dengan manik kecil (H)
  • Memegang alat tulis dengan tiga jari (H)
  • Meniru gambar segi empat (H)
  • Menggambar orang dengan kepala dan kaki) (H)
  • Rentang konsentrasi 30 menit
  • Memakai dan melepas baju secara mandiri (kecuali untuk menarik ritsleting dan mengancing) (H)
  • Melakukan gerakan crossing midlines (H & K)
  • Memiliki tangan dominan yang jelas (H)
  • Tidak memindahkan tangan di tengah aktivitas (H)

Usia 5 tahun:

  • Berjalan di garis lurus (K)
  • Berdiri di atas satu kaki 8-10 detik (K)
  • Naik sepeda roda empat (K)
  • Dapat mengayuh (K)
  • Melambungkan dan menangkap bola tennis (K & H)
  • Membangun menara 12 balok (H)
  • Membuat garis siku dan segitiga (H)
  • Menggambar orang dengan kepala, tubuh, kaki dan wajah (H)
  • Menggunting garis lurus (H)

Mudah-mudahan dengan persiapan yang matang, Syabil dan anak-anak seusianya dapat menjalani proses belajar dengan menyenangkan.