Mudah tidaknya anak membaca tergantung pada keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang dikembangkan sebelum pembelajaran membaca dimulai.

Keterampilan dalam pernyataan di atas artinya keterampilan bahasa lisan, mencakup kepekaan fonologis (phonological awareness), kekayaan kosa kata, dan kemampuan memahami bahasa lisan.

Pengetahuan berarti pengetahuan tentang huruf, buku dan fungsi literasi. Maksudnya, sebelum anak benar-benar bisa membaca, ia tahu bagaimana memegang buku dan membalik halaman buku.

Semua hal di atas menjadi penentu keberhasilan anak dalam keterampilan membaca dan menulis kelak.

Dengan stimulus yang baik, maka seorang anak dapat mencapai pemerolehan literasi sebagai berikut (menurut Snow, Burns & Griffin, 1998 dikutip oleh Erika Hoff dalam Language Development):


3 tahun:

-Mengenal buku-buku tertentu dari sampulnya
-Pura-pura membaca
-Senang dengan permainan kata
-Mendengarkan cerita
-Mulai menulis bentuk-bentuk seperti huruf

4 tahun:
-Tahu bahwa huruf alfabet punya nama dan berbeda dari gambar
-Mengenal tanda atau papan petunjuk yang ada di sekitar (misalnya, papan petunjuk “Keluar” di kebon binatang)
-Menaruh perhatian pada bunyi-bunyi bahasa yang berbeda
-Menghubungkan peristiwa dalam cerita dengan pengalaman sendiri
-Tulisan dalam bentuk coretan (scribble)

5 tahun:
-Mengenal urutan huruf dalam suatu kata
-Memahami bahwa urutan huruf dalam suatu tulisan merupakan simbol dari urutan bunyi dalam bahasa lisan
-Dapat menyebutkan judul buku dan penulisnya
-Dapat memperkirakan cerita berdasarkan ilustrasi atau bagian cerita
-Menulis nama sendiri

-Dapat menulis hampir semua huruf dan kata bila didiktekan

6 tahun:
-Dapat dengan tepat menyebut suku kata dalam kata
-Mengenal kata-kata yang umum dengan sepintas melihat tulisan
-Memperkirakan apa yang akan terjadi kemudian pada cerita
-Mengenal kemampuan diri sendiri ketika salah membaca (makna kalimat tidak “nyambung”)

-Membuat tulisan untuk dibaca orang lain

Pemerolehan literasi di atas berakar dari pengalaman yang diperoleh di rumah dan di sekolah.

(Ditulis di Notes FB Sekolah Tetum, Pengalaman Literasi Awal, Rabu 17 DesĀ  ‘08)