Bu Eta tidak hadir di Epidaurus Party, tema Family Gathering di sekolah kami. Bertema Yunani –tempat amfiteater pertama berada, dan namanya kini dipinjam untuk amfiteater mini di sekolah kami — segala sesuatu dibuat dengan sentuhan Yunani.

Bu Eta mungkin tidak kenal Epidaurus, mungkin samar-samar mengingat Yunani dari zaman sekolahnya, mungkin pula mempunyai sedikit bayangan tentang budaya dan sejarah negara itu.

Namun Bu Eta adalah Yunani. Ya, Yunani adalah awal perkembangan ilmu pengetahuan Barat, tempat lahirnya pemikir-pemikir yang kemudian menjadi dasar ilmu-ilmu yang kita pelajari kini. Dan amfiteater Epidaurus pun menjadi lahan belajar  ilmuwan dan pertanyaan orang awam.  Sistem akustik yang tak membutuhkan peralatan elektronik menjadi bahan kajian, dan akhirnya ditemukan bahwa itu dimungkinkan karena pemakaian batu kapur yang menyaring dan menekan frekuensi suara sehingga meminimalkan suara latar, serta memantulkan suara kembali ke arah penonton. Kemiringan amfiteater dengan 55 bangku dan dapat menampung 15.000 penonton itu pun berpengaruh terhadap daya pantul suara.

Bahkan denting uang logam yang dijatuhkan di panggung bawah pun akan terdengar dari banjar bangku teratas.

070405_greeks_acoustics_02

Amfiteater Epidaurus di Yunani


Apakah Bu Eta akan tertarik untuk mendengar cerita saya tentang amfiteater Epidaurus? Wallahualam. Yang jelas dia lebih mengenal sistem akustik yang dikeluarkan oleh mesin jahitnya, atau deru motor suaminya yang mengantarnya dari satu pelanggan ke pelanggan lain. Bu Eta adalah penjahit yang memberi pelayanan dari rumah ke rumah, mulai dari pengukuran, pengepasan hingga pengantaran barang jadi. Biasanya dia menjahit di pagi hari, dan pergi ke rumah pelanggannya usai magrib.

Saya melihatnya sebagai sosok negara Yunani. Tak banyak bicara, tapi terus berpikir dan belajar. Untuk sampai di posisi yang sekarang — mempunyai usaha jahit pribadi– dia melalui usaha yang membuat saya kagum.

Dia bilang awalnya dia bertugas mengesum (menjahit dengan jarum dan benang dengan tangan) di suatu usaha menjahit. Diam-diam dia memimpikan bisa belajar menjahit dengan mesin. Maka pada jam istirahat, dia meminjam mesin pada penjahit dan belajar mengendalikan dinamo mesin. Tak jarang dia ditegur karena mematahkan jarum mesin. Hal ini tak menyurutkan semangatnya. Dia membelikan jarum mesin baru, dan terus mencari kesempatan menjahit.

Setelah memiliki keterampilan menggunakan mesin jahit, dia keluar dari usaha jahit itu, dan belajar pada tetangganya yang bisa membuat pola baju. Tiga bulan dia belajar, sebelum memutuskan untuk membuka usaha sendiri dengan sistem layanan yang unik, dari rumah ke rumah. Dengan segala cara dia akan melarang kita ke rumahnya.

Saya selalu percaya bahwa kita berada dalam orbit yang kita inginkan. Ketika membuat acara dengan tema Yunani, saya berkenalan dengan seseorang yang punya karakter Yunani yang kuat. Dia diam, berpikir, berusaha, berjuang.

Tak ada yang kebetulan dalam hidup ini.

193309_1654179591239_1139521625_31347671_2339949_o

Gaun Yunani buatan Bu Eta (paling kiri). Foto koleksi Reza Iskandar Salim.