Tujuh belas tahun lalu saya dan beberapa teman mendirikan lembaga pendidikan dengan modal semangat. Kami punya cita-cita besar untuk pendidikan di tahap usia dini. Kami belajar dan membangun kurikulum yang khas sekolah kami. Saya pribadi belajar tentang manajemen anak berkebutuhan khusus. karena semakin banyaknya kasus ABK. Kami ingin mengeembangkan sekolah ramah anak karena di saat itu lembaga pendidikan dasar mengejar kemampuan akademik. Sekolah kami pun berkembang, hingga ke tahap Sekolah Dasar, dan dikenal masyarakat sebagai sekolah yang mengedepankan pendidikan karakter.

Ternyata semangat membangun kurikulum saja tidak cukup. Kami juga perlu membangun salah satu pilar penting, sumber daya manusia. Dari pengalaman bertahun-tahun, mengelola SDM jauh lebih menantang daripada mengulik kurikulum. Apalagi saat ini di tahun ke-17 sudah saatnya saya tidak lagi memikirkan konten, tetapi bagaimana orang lain bisa menjalankan dan mengembangkan konten itu. Ya, sudah saatnya saya serius memikirkan alih tongkat kepemimpinan.

Sampai akhirnya terbetik satu formula bahwa agar roda institusi berjalan mulus, saya perlu membuat karyawan merasa memiliki. Kalau sudah ada rasa “memiliki”, apa pun akan dilakukan. Setidaknya itu yang saya lakukan selama berbelas-belas tahun.

institusi ini sudah jadi Untuk membangun institusi pendidikan yang engaging bagi karyawan, saya pun merintis program coaching. Program coaching di sekolah saya jalankan bersamaan dengan aktivitas saya sebagai peserta Loop Certified Corporate Coach Program sejak 18 April 2018. Dengan bimbingan mentor, saya pun melakukan kegiatan coaching terhadap karyawan di lembaga pendidikan yang saya kelola. Coaching adalah kegiatan kemitraan bersama klien (coachee) untuk memaksimalkan potensi pribadi da mengeksplorasi pemikiran dan proses kreatifnya (Loop Institute of Coaching, 2018).

Di tahap awal saya melakukan coaching terhadap enam orang di jajaran Kepala Unit.

dengan proses sertifikasi yang   Program coaching dapat dikatakan berhasil bila kondisi well-being karyawan membaik dan karyawan mempunyai keterlibatan tinggi di dalam organisasi (Grant, 2018).