Di manakah pendidikan kita ketika kasus Tugu Tani bergulir?

Tidak, saya tidak hendak mengatakan gagalnya pendidikan pada pelaku tabrakan. Tapi saya ingin kita semua berkaca pada peristiwa ini. Ya kita. Ketika semua orang menuding pengemudi mobil itu, sebetulnya keempat jari kembali kepada pemilik tangan. Ketika semua orang menghujat pelaku, bahkan membentuk opini publik, sesungguhnya di situlah kearifan kita diuji.

Kita tidak perlu membahas perilaku pelaku, tapi sebaiknya kita membahas perilaku kita sendiri.

Ketika kita membuat hujatan terhadap si pelaku di status Facebook kita, apakah hujatan kita bukan merupakan pembunuhan karakter terhadap seseorang yang tidak kenal? Apalagi kalau kita memakai istilah hewan tertentu berbadan besar untuk mengasosiasikan dengan si pelaku, apakah kita lebih manusiawi daripada dia?

Sesungguhnya sebuah peristiwa dimunculkan oleh Allah sebagai pesan bagi semua. Termasuk seseorang yang selamat di antara belasan korban, pastilah ada sesuatu yang perlu kita cermati. Setidaknya pengendalian diri kita dalam berkata-kata.